Alur Cerita Film “Anjaam Pathiraa (2020)” – Misteri Pembunuhan Berantai yang Menyerang Polisi
Pendahuluan
Film Anjaam Pathiraa (2020) merupakan film kriminal thriller India yang penuh ketegangan dan misteri. Cerita ini berpusat pada serangkaian kasus pembunuhan berantai yang korbannya adalah para anggota kepolisian. Yang membuat kasus ini semakin rumit adalah tidak adanya jejak pelaku, serta cara penculikan korban yang terjadi tanpa perlawanan sedikit pun.
Sebuah kasus yang kemudian menyeret seorang psikolog kriminal berpengalaman ke dalam investigasi penuh teka-teki.
Kasus Pembunuhan Berantai yang Menggemparkan Polisi
Metode pembunuhan yang digunakan sangat rapi dan terencana, membuat polisi kesulitan melacak pelaku.
Perlawanan yang Gagal
Malam itu, patroli kembali berjalan seperti biasa. Salah satu polisi bernama Kartoyo memutuskan pulang lebih awal. Tanpa disadari, ia sudah menjadi target berikutnya.
Sesampainya di rumah, listrik tiba-tiba padam. Dalam kegelapan, sosok bertopeng serigala muncul… diikuti sosok lain yang menyapa dengan kata “halo”—ciri khas pelaku.
Namun kali ini berbeda.
Kartoyo sempat melawan. Terjadi perkelahian sengit, tetapi jumlah pelaku yang lebih dari satu membuatnya kalah. Ia dipukul hingga pingsan dan diculik.
Tetangganya sempat melihat kejadian itu, tetapi terlalu takut untuk bersaksi setelah diancam akan dibunuh.
Tak lama, notifikasi dari ponsel Kartoyo masuk ke sistem Andrew. Polisi dan Andrew segera menuju lokasi—namun lagi-lagi terlambat.
Mayat di MRT dan Teror yang Memuncak
Keesokan harinya, publik dikejutkan oleh penemuan mayat Kartoyo di dalam MRT. Ia ditemukan duduk di kursi roda, seolah masih hidup.
bahkan dia sempat terlihat bercanda dengan penumpang dan bayi di sebelahnya
televisi pun dihebohkan dengan penemuan mayat tersebut
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang wanita misterius yang membawanya masuk. Wanita itu bahkan sempat menatap kamera dan tersenyum—sebuah ejekan terang-terangan kepada polisi.
Hasil forensik menunjukkan pola pembunuhan yang sama seperti korban sebelumnya, namun dengan satu perbedaan: terdapat tanda perlawanan.
Rahasia Metode Pembunuhan
Anwar pun diberi kabar bahwa setelah cairan tubuh Kartoyo dicek, Dari hasil analisis, ditemukan dua zat dalam tubuh korban:
- Zolpidem (obat penenang)
- Atenolol (penghambat beta)
Anwar, yang memiliki pemahaman di bidang psikologi, akhirnya mengungkap teori mengejutkan.
Pelaku tidak hanya menculik—mereka menghipnotis korban.
Zolpidem digunakan untuk melemahkan kesadaran korban, lalu dalam kondisi syok, pelaku kedua menggunakan teknik hipnosis visual untuk mengendalikan pikiran korban.
Namun dalam kasus Kartoyo, obat tekanan darah yang ia konsumsi justru menghambat efek hipnosis. Itulah mengapa ia sempat melawan.
Kesimpulannya: pelaku adalah seseorang dengan kemampuan luar biasa dalam psikologi dan manipulasi pikiran.
Jejak Menuju Sosok Misterius
Melihat sputrinya main fidget spinner dia pun teringat dengan fidget spinner yang ditemukan di rumah Kartoyo
Anwar teringat sebuah kasus lama tentang seorang pria bernama Simon Manjooran.
Simon adalah sosok introvert dengan kecerdasan tinggi di bidang komputer. Ia memiliki masa lalu kelam—terobsesi dengan konten kekerasan di dark web hingga akhirnya membunuh kedua orang tuanya sendiri.
Secara resmi, Simon dinyatakan tewas dalam kebakaran penjara dua tahun lalu.
Namun Anwar tidak percaya.
Ia yakin Simon masih hidup dan terlibat dalam kasus ini.
Kecurigaan yang Diabaikan

Dari hasil penelusuran data, diketahui bahwa Simon Manjooran sebenarnya telah dinyatakan tewas dua tahun lalu akibat kebakaran di sel isolasi penjara.
Namun, Anwar tidak mempercayai hal tersebut.
Ia yakin kematian itu hanyalah rekayasa. Menurutnya, Simon yang memiliki keahlian di bidang dark web dan teknologi sangat mungkin memalsukan kematiannya untuk melanjutkan aksi kejahatan.
Sayangnya, saat Anwar mencoba menyampaikan teorinya kepada pimpinan baru, ia justru dianggap mengada-ada dan diusir dari penyelidikan.
Meski begitu, Anwar tidak menyerah.
Fakta Mengejutkan: Simon Masih Hidup
Keesokan harinya, Anwar menemui Andrew dan menunjukkan data terkait Simon. Saat melihat foto lama penangkapan, Andrew langsung menyadari sesuatu yang mengejutkan—
Wajah Simon sangat mirip dengan wanita misterius di MRT.
Dari sinilah semuanya mulai masuk akal.
Simon ternyata masih hidup… dan bahkan menyamar untuk menjalankan aksinya.
Anwar segera kembali menemui pimpinan untuk menyampaikan temuannya.

Namun ia justru mendapat kabar tak terduga:
Simon telah ditemukan tewas… hanya tiga jam sebelumnya.
Ia ditemukan bersama seorang pria bernama Arafin, patung Lady Justice Kelima dan lengkap dengan surat pengakuan bahwa mereka adalah pelaku pembunuhan berantai.
Kasus pun dinyatakan selesai.
Kebenaran yang Janggal
Bagi kebanyakan orang, ini adalah akhir.
Namun bagi Anwar, ini justru awal dari kecurigaan baru.
Sebagai seorang ahli psikologi, ia tahu bahwa seseorang seperti Simon—yang narsistik dan terobsesi pada kendali—tidak mungkin mengakhiri hidupnya begitu saja.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Dalam perjalanan pulang, Anwar teringat sebuah pola lama tentang seorang pembunuh bernama Raffi—yang selalu memberi jeda panjang antar aksinya untuk mengecoh polisi.
Pola yang sama… tampaknya sedang terjadi.
Petunjuk Terakhir: Lady Justice Keenam
Di tengah kebingungan, Anwar mendapat telepon dari Sudhakar Devalokam.
Sudhakar mengungkapkan fakta mengejutkan:
Masih ada satu pelaku yang hidup.
Bahkan orang tersebut baru saja mengambil patung Lady Justice keenam dari koleksinya
.Beruntung, putri Sudhakar sempat mengamati wajah pria itu dengan seksama dan berhasil menggambar sketsanya.
Saat sketsa itu diperlihatkan…
Anwar terdiam.
Wajah itu sangat ia kenal.
Pengkhianatan Terbesar
Pelaku sebenarnya adalah:
Dr. Benjamin Louis
Seorang tokoh besar di dunia psikologi. Sosok yang dihormati… bahkan menjadi panutan Anwar sendiri.
Fakta ini menjadi pukulan telak.
Semua kecerdasan, strategi, dan manipulasi dalam kasus ini kini terasa masuk akal.
Karena pelakunya bukan orang biasa.
Melainkan seorang jenius.
Masa Lalu Kelam yang Melahirkan Monster
Anwar pun datang ke rumah masa kecilnya dan bertemu orang tua asuh Benjamin sebut saja Winarno yang mau menceritakan bagaimana tragisnya kehidupan Benjamin.

Film pun flashback saat Benjamin masih remaja.Benjamin tumbuh dalam keluarga sederhana bersama ayahnya, Paijo, dan adiknya, Rebeka.
Hidup mereka hancur ketika Rebeka menjadi korban pemerkosaan dan telah hamil oleh Bennet Franco—sosok terpandang yang ternyata menyimpan sisi gelap.
Benet Franco adalah pria pedofil yang suka mengincar gadis-gadis di bawah umur
Saat keluarga mereka mencari keadilan, sistem hukum justru mengkhianati mereka.Benet pun meminta bantuan Anil untuk membersihkan namanya dengan imbalan uang yang sangat banyak.
Lalu dengan biadabnya Anil beserta Kartoyo menuduh PaiJo yang menghamili Rebeka dan memaksanya untuk mengaku.Polisi korup memutarbalikkan fakta.Paijo dipaksa mengaku atas kejahatan yang tidak ia lakukan.Dan akhirnya, Paijo tewas secara misterius di penjara.
Dendam yang Disusun Sempurna
Peristiwa itu menjadi titik awal kehancuran jiwa Benjamin.
Ia tumbuh dengan dendam yang perlahan berubah menjadi rencana besar.
Dengan kecerdasannya, Benjamin:
- Memanipulasi orang lain sebagai alat
- Menciptakan skenario pembunuhan berlapis
- Mengelabui polisi dengan petunjuk palsu
Bahkan ia membunuh rekan-rekannya sendiri untuk menghapus jejak.Semua dilakukan demi satu tujuan:yaitu Balas dendam.
Penyelamatan Terakhir yang Menegangkan
Anwar segera meminta rekaman itu.
Setelah dianalisis oleh Andrew, terungkap bahwa mobil tersebut:
- Selalu muncul di dekat lokasi kejadian para korban
- Memiliki logo perusahaan milik Arafin
Tanpa membuang waktu, tim langsung melacak lokasi perusahaan tersebut.
Rencana Kejam Sang Dalang
Sementara itu, di sebuah peternakan babi yang terpencil, Benjamin telah mengikat Anil.
Dengan tenang, ia mengungkapkan niatnya.
Berbeda dengan korban lainnya, kematian Anil akan dibuat jauh lebih kejam. Bagi Benjamin, Anil adalah sumber utama kehancuran hidupnya—orang yang menghancurkan keluarganya melalui kebohongan dan korupsi.
Ia bahkan tidak ingin jasad Anil ditemukan.
Benjamin berencana menjadikan tubuhnya sebagai pakan babi, menghapus seluruh jejak keberadaannya… tanpa penghormatan, tanpa pemakaman.
Pertarungan Hidup dan Mati
Tak lama kemudian, Anwar bersama dua polisi tiba di lokasi.Mereka berpencar untuk mencari Anil.
Namun situasi dengan cepat berubah menjadi kacau.
Dua polisi berhasil dilumpuhkan oleh Benjamin, dan kini hanya tersisa Anwar yang harus menghadapi sang dalang sendirian.
Pertarungan sengit pun terjadi.Benjamin, dengan kekuatan dan ketenangannya, berhasil mendominasi. Ia mencekik Anwar hingga hampir kehilangan napas.
sampai akhirnya Katherine pun datang menghajarnya dari belakang
Akhir dari Permainan
Namun pada detik-detik terakhir, keadaan berbalik.
Benjamin akhirnya berhasil ditangkap.
Rencana besar yang telah ia susun selama bertahun-tahun runtuh di saat-saat terakhir.
Ia pun harus menghadapi proses hukum atas semua kejahatannya.
Konfrontasi Moral yang Kelam
Sementara itu, Anwar yang sedang dirawat didatangi oleh Anil.
Dengan nada penuh pembelaan, Anil mencoba menjelaskan bahwa semua yang ia lakukan di masa lalu hanyalah karena tekanan dari Bennet Franco—sosok berpengaruh yang memaksanya menutup kasus.
Namun bagi Anwar, alasan itu tidak cukup.Ia tetap menyalahkan Anil.Baginya, seorang aparat hukum seharusnya memiliki integritas, bukan justru menjadi bagian dari kejahatan.
Semua tragedi yang terjadi—termasuk lahirnya sosok seperti Benjamin—adalah akibat dari rusaknya moral dalam sistem itu sendiri.
Ancaman yang Membungkam Kebenaran
Di akhir percakapan, Anil memberikan pilihan kepada Anwar:Tetap berpegang pada kebenaran…atau bergabung sebagai konsultan tetap kepolisian dan menutup rapat motif sebenarnya di balik kasus ini.Secara tidak langsung, itu adalah ancaman.Anil ingin memastikan bahwa masa lalunya tidak pernah terungkap ke publik.
Namun Anwar memilih diam.Ia tidak memberikan jawaban—tetapi sikapnya sudah cukup jelas.
Terungkapnya Jaringan Kejahatan
Setelah Dr. Benjamin Louis ditangkap, pihak kepolisian mulai mengurai bagaimana seluruh rencana ini dijalankan.
Diketahui bahwa Benjamin memiliki hubungan dengan Samir—seorang mantan bandar narkoba. Dari sanalah ia mulai membangun jaringan.
Melalui Samir, Benjamin bertemu dengan Simon Manjooran, yang kemudian dibantu kabur dari penjara dengan skenario kebakaran yang sengaja dibuat.
Tidak berhenti di situ, Benjamin juga merekrut Arafin—seorang pasien dengan gangguan mental—sebagai tempat persembunyian sekaligus kaki tangan.
Namun seperti pola yang sudah terlihat, Benjamin tidak pernah benar-benar mempercayai siapa pun.
Saat polisi mulai mendekati kebenaran, ia membunuh satu per satu komplotannya:
- Samir dijadikan jebakan
- Simon dan Arafin dibuat seolah-olah bunuh diri
Semua dilakukan untuk menghapus jejak dan mengalihkan penyelidikan.
Motif yang Disembunyikan

Meski sudah ditangkap, Benjamin tetap bungkam.
Ia tidak pernah mengungkap motif sebenarnya kepada polisi.
Namun Anwar berhasil menyusun semuanya.
Menurutnya:
- Target utama Benjamin hanyalah dua polisi
- Korban lainnya hanyalah “pengalih” agar motif tidak terbaca
- Bahkan Pastor Bennet Franco telah dibunuh lebih dulu dan jasadnya digunakan untuk memalsukan kematian Simon
Sebuah rencana yang bukan hanya kejam… tapi juga sangat cerdas.
Benjamin bahkan sempat memuji Anwar karena mampu mengungkap semuanya hanya dari petunjuk kecil seperti fidget spinner.
Kebenaran yang Tak Pernah Terungkap
Anwar mencoba membujuk Benjamin untuk membuka semua rahasianya di persidangan—agar keadilan benar-benar ditegakkan, termasuk menyeret Anil.
Namun Benjamin menolak.
Baginya, semua yang ia lakukan adalah urusan pribadi.
Ia bukan pembunuh yang mencari perhatian.
Ia hanya ingin menyelesaikan dendamnya.
Kematian yang Mencurigakan
Di hari persidangan, publik dan media menunggu dengan penuh rasa penasaran.
Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi.
Alih-alih dibawa ke pengadilan, Benjamin justru dibawa ke sebuah gedung kosong…
dan ditembak mati.
Tanpa pengadilan. Tanpa kebenaran.
Besar kemungkinan, perintah itu datang dari Anil—yang takut masa lalunya terbongkar.
Lady Justice Terakhir
Namun, cerita belum benar-benar berakhir.Di waktu yang sama, seorang wanita misterius mendatangi apartemen Anil.
Tak lama kemudian, Anwar tiba di sana…
dan menemukan Anil sudah tewas bersimbah darah.Pelakunya akhirnya terungkap
Rebeka Adik Benjamin yang selama ini menghilang.Dialah “Lady Justice” terakhir—orang yang menyelesaikan apa yang belum sempat diselesaikan oleh kakaknya.
Penutup: Keadilan yang Abu-Abu
Melihat kematian Anil, Anwar tidak menunjukkan kemarahan.Justru ada rasa lega.
Karena pada akhirnya, kejahatan yang selama ini tersembunyi… mendapat balasan.
Film pun diakhiri dengan adegan Anwar memanggil Rebeka dan mereka saling menatap satu sama lain
Penutup
- Anwar tahu semua kebenaran
- Tapi sistem hukum tetap kotor
- Keadilan justru datang dari balas dendam pribadi
Kenapa film ini mempunyai rating tinggi?
- Plot twist berlapis (pelaku, motif, partner palsu)
- Kritik keras ke polisi & sistem hukum
- Villain-nya punya alasan kuat (tragis, bukan random psikopat)
- Ending abu-abu (tidak hitam-putih)


























































































