
Ricky dan Lita: Kisah Cinta yang Tumbuh Setelah Kehilangan
Setelah kehilangan Sita, Ricky terpuruk hingga bertemu Lita, gadis yang sangat mirip dengannya. Simak kisah cinta penuh konflik, keluarga, dan pengorbanan berikut ini.

Ricky dan Sita adalah sepasang kekasih yang sangat saling mencintai. Dalam sebuah ruangan, Sita mengungkapkan rasa sayangnya kepada Ricky dan memberikan sebuah kalung agar Ricky tidak pernah melupakannya.
Namun hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus. Saat berada di pantai, Ricky mengaku tidak suka dengan hobi Sita yang gemar terjun payung. Menurut Ricky, olahraga itu terlalu berbahaya. Sita marah karena merasa Ricky terlalu mengatur hidupnya.
Tragedi yang Mengubah Hidup Ricky

Suatu hari, Sita tetap memutuskan melakukan hobinya. Ricky datang ke pinggir landasan dan memperhatikan Sita dari kejauhan menggunakan teropong.
Saat Sita melompat dari pesawat, sesuatu yang mengerikan terjadi. Parasutnya gagal terbuka dengan sempurna. Semua orang panik, termasuk Ricky. Ia langsung berlari dan berusaha menolong, tetapi semuanya sudah terlambat.
Sita meninggal dunia. Kejadian itu menghancurkan hidup Ricky. Ia kehilangan arah dan menjalani hari-harinya dengan penuh penyesalan.
Ricky Menjadi Berandal

Di rumah, kedua orang tuanya juga sedang bermasalah. Ayah Ricky diam-diam memiliki hubungan dengan sekretarisnya. Karena itu, suasana keluarga Ricky menjadi semakin kacau.
Ayah Ricky bahkan ingin mengirimnya sekolah ke Jerman, tetapi Ricky menolak karena tidak ingin meninggalkan hidupnya di Bandung.
Pertemuan dengan Gadis yang Sangat Mirip Sita

Suatu hari, Ricky hampir berkelahi dengan seorang pengendara lain di jalan. Saat itulah seorang gadis keluar dari mobil dan memisahkan mereka.
Ricky terkejut karena gadis itu sangat mirip dengan Sita. Namanya adalah Lita.
Takdir mempertemukan mereka kembali saat latihan softball. Ricky ternyata pemain softball berbakat, dan Lita adalah anggota baru di tim putri.

Semakin lama mengenal Lita, Ricky mulai kembali menemukan semangat hidupnya.
Ricky dan Lita Mulai Saling Jatuh Cinta

Ricky mengajak Lita makan dan mereka mulai mengenal satu sama lain. Lita ternyata berasal dari Garut dan tinggal bersama kakeknya yang memiliki peternakan sapi.
Ricky lalu pergi bersama Lita ke Garut. Mereka menikmati waktu berdua dengan naik delman, memancing di empang, dan berjalan-jalan di desa.
Hubungan mereka semakin dekat. Untuk pertama kalinya sejak Sita meninggal, Ricky kembali bisa tersenyum.
Orang Tua Lita Tidak Menyetujui Hubungan Mereka

Sayangnya, hubungan Ricky dan Lita mendapat banyak rintangan. Ayah Lita tidak menyukai Ricky. Menurutnya, Ricky hanyalah anak berandal yang tidak punya masa depan.
Ayah Lita bahkan sudah menyiapkan jodoh untuk putrinya, yaitu seorang pria bernama Bimo, anak keluarga terpandang dari Yogyakarta.
Lita menolak perjodohan itu karena ia benar-benar mencintai Ricky.
Ricky Nekat Menemui Lita di Malam Hari

Karena dilarang bertemu, Ricky nekat datang ke rumah Lita pada malam hari. Ia memanjat balkon menggunakan tali agar bisa bertemu dengan gadis yang dicintainya.
Mereka akhirnya bertemu dan mengungkapkan perasaan masing-masing. Lita sempat takut Ricky hanya mencintainya karena wajahnya mirip dengan Sita.
Namun Ricky meyakinkan bahwa ia benar-benar mencintai Lita apa adanya.
Lita Kabur dari Rumah

Ketika ayahnya terus memaksa untuk menerima Bimo, Lita memutuskan kabur dari rumah dan meminta Ricky mengantarnya ke Garut.
Kepergian Lita membuat keluarganya panik. Ibunya sampai jatuh sakit karena terlalu khawatir.

Akhirnya Ricky membawa kakak Lita ke Garut dan membujuk Lita agar pulang.
Akhir Bahagia untuk Ricky dan Lita



Pada akhirnya, ayah Ricky berjanji akan berubah. Sementara itu, hubungan Ricky dan Lita akhirnya direstui.
Kesimpulan

Cerita ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang belajar merelakan masa lalu dan memperjuangkan masa depan.
Informasi Film
- Judul: Ricky, Nakalnya Anak Muda
- Sutradara: Achiel Nasrun
- Produser: KS Ramesh dan S. Mahtani Madhu
- Penulis: Marwan Alkatiri
- Pemeran Utama: Nike Ardilla, Ryan Hidayat, Fortunella, Frans Tumbuan, dan Rachmat Hidayat
- Penata Musik: Areng Widodo
- Sinematografer: Max J. Pakasi
- Penyunting: Muljo Handojo
- Perusahaan Produksi: Andalas Kencana Film
- Distributor: Multivision Plus
- Tahun Rilis: 1990
- Durasi: 84 menit
- Negara: Indonesia
- Bahasa: Bahasa Indonesia