Jojon dan Tingkah Mahasiswa Nakal di Sekolah Calon Bintang Film Rezeki Bagus
Pembukaan


Di sekolah tersebut, tiga anak muda bernama Joni, Cahyono, dan Uuk datang untuk mendaftar dengan harapan bisa menjadi artis terkenal. Namun bukannya belajar dengan tenang, mereka justru membuat kekacauan demi kekacauan.
Sekolah Calon Bintang Film yang Penuh Keanehan
Sesampainya di sekolah, Joni, Cahyono, dan Uuk membaca syarat pendaftaran yang sangat aneh dan lucu. Mulai dari syarat “punya bakat alam dunia”, usia tidak terbatas, hingga biaya pendaftaran yang bisa dibayar semaunya.
Mereka mengira gedung sekolah tersebut seperti museum karena suasananya sangat unik. Walaupun terdengar aneh, mereka tetap bersemangat untuk ikut tes masuk.
Jojon Menjadi Pengawas Ujian
Di ruang ujian, Jojon bertugas mengawasi para calon mahasiswa. Karena takut gagal, para peserta sudah menyiapkan contekan di mana-mana. Ada yang menulis di tangan, di meja, bahkan ada seorang siswi cantik yang menyembunyikan contekan di balik roknya.
Jojon yang curiga langsung mencoba membongkar akal bulus siswi tersebut. Tingkah Jojon yang terlalu bersemangat justru membuat suasana jadi semakin kacau. Apalagi saat aksi itu dipergoki oleh ibu dosen bernama Diah.
Jojon Malah Berurusan dengan Polisi
Setelah ujian selesai, Jojon diam-diam mengikuti Bu Diah karena ia mulai jatuh hati. Namun karena terlalu fokus, Jojon tidak sadar masuk ke jalan yang dilarang kendaraan.
Seorang polisi langsung menghentikannya. Saat diminta mundur, Jojon malah menabrak polisi tersebut hingga pingsan. Panik, Jojon berusaha menyembunyikan kejadian itu dengan berpura-pura mobilnya mogok.
Lucunya, polisi yang pingsan tadi malah diperlakukan seperti montir oleh rekan-rekannya sendiri.
Surat Cinta yang Berujung Salah Paham
Di malam hari, Jojon menulis surat cinta untuk Bu Diah sebagai permintaan maaf atas kejadian siang tadi. Namun surat itu malah ditemukan oleh Joni, Uuk, Cahyono, dan Eddie Gombloh.
Mereka iseng menuliskan balasan palsu yang membuat Jojon semakin percaya bahwa Bu Diah juga menyukainya. Keesokan harinya, Jojon langsung mendatangi Bu Diah dan mempertanyakan isi surat tersebut.
Tentu saja Bu Diah bingung karena ia sama sekali tidak pernah membalas surat itu.
Eddie Gombloh Mahasiswa Paling Usil
Di sekolah itu, mahasiswa yang paling jahil adalah Eddie Gombloh. Ia berkali-kali mengerjai Jojon.
Suatu hari Eddie datang terlambat ke kelas. Jojon menyuruhnya mengulang masuk dengan sopan. Saat akhirnya Eddie masuk lagi, ternyata ia membawa hadiah ulang tahun untuk teman-temannya.
Tetapi ketika kotak itu dibuka, isinya justru tikus putih yang membuat seluruh kelas berteriak histeris.
Jojon Salah Tangkap Saat Menunggu Ayah Eddie
Eddie kemudian mengajak Jojon ke warung bubur kacang hijau milik ayahnya. Jojon ingin mengadukan kelakuan Eddie agar ayahnya mendidik Eddie lebih keras.
Namun Eddie sengaja menghilang. Saat Jojon sedang menunggu sendirian di dekat gerobak bubur, tiba-tiba petugas datang menertibkan pedagang kaki lima.
Karena tidak tahu apa-apa, Jojon malah ikut diangkut bersama gerobak bubur. Sementara Eddie dan ayahnya hanya bisa mengejar dari belakang.
Telepon Bohong yang Membuat Jojon Panik
Belum puas mengerjai dosennya, Eddie kembali menelepon Jojon dan mengaku sebagai ayah Bu Diah. Ia pura-pura marah dan menuduh Jojon macam-macam.
Jojon langsung ketakutan. Namun Bu Diah segera sadar bahwa suara di telepon itu hanyalah ulah Eddie.
Begitu Eddie masih sibuk berbicara di telepon, ternyata Jojon sudah berdiri di belakangnya. Eddie pun langsung kena hukuman.
Hubungan Jojon dan Bu Diah Semakin Serius
Meski sering diganggu mahasiswa, hubungan Jojon dan Bu Diah semakin dekat. Mereka mulai mempersiapkan pernikahan dan bahkan pergi ke toko furnitur untuk membeli kebutuhan rumah.
Namun Eddie lagi-lagi berulah. Ia mencuri dompet Jojon dan bersembunyi di dalam lemari yang baru dibeli.
Akibat badannya terlalu besar, Eddie ketahuan oleh tukang angkut dan hansip. Untungnya Jojon masih kasihan dan membantu Eddie agar tidak ditangkap.
Foto-Foto Mesra yang Dipasang di Kampus
Uuk, Joni, Cahyono, dan Eddie ternyata belum kapok. Mereka diam-diam mengikuti Jojon dan Bu Diah, lalu memotret saat keduanya sedang jalan bersama.
Keesokan harinya, foto-foto tersebut dipasang di seluruh kampus. Semua mahasiswa tertawa melihat wajah Jojon dan Bu Diah terpampang di mana-mana.
Jojon dan Bu Diah pun malu luar biasa sambil sibuk mencopot satu per satu foto tersebut.
Hadiah Pernikahan Paling Aneh
Setelah merasa bersalah, empat mahasiswa usil itu akhirnya ingin memberikan hadiah pernikahan untuk Jojon. Mereka menyelidiki rumah Jojon diam-diam pada malam hari untuk mencari tahu barang apa yang belum dimiliki.
Karena terlalu lama mengintip di plafon rumah, mereka malah membuat Jojon ketakutan.
Keesokan harinya, saat acara pernikahan dimulai, mereka datang membawa hadiah besar. Semua orang penasaran, tetapi ternyata isi hadiah itu hanyalah sebuah kloset.
Polisi Datang di Hari Pernikahan
Saat acara pernikahan hampir dimulai, tiba-tiba polisi yang dulu pernah ditabrak Jojon datang ke lokasi. Polisi itu langsung meminta Jojon ikut ke kantor polisi.
Suasana yang tadinya haru berubah menjadi kacau dan lucu. Jojon bahkan sempat melompat dari jendela untuk kabur.
Namun di akhir cerita, ternyata semua itu hanyalah bagian dari latihan akting.
Penutup
Film ini menjadi salah satu komedi klasik yang penuh tingkah konyol. Jojon tampil sangat lucu sebagai dosen yang selalu menjadi korban kejahilan mahasiswanya. Ditambah lagi aksi Eddie Gombloh, Uuk, Joni, dan Cahyono yang tidak pernah berhenti membuat masalah.
Walaupun film ini sederhana, humor khas era lawasnya masih tetap menghibur hingga sekarang.
Informasi Film
Sutradara Irwan Abim
Produser Haryadi Siswanto
Ditulis oleh Irwan Abim
Pemeran
Enny Haryono
Rahayu Effendi
Deasy Surachman
Cahyono
Uuk
Eddy Gombloh
Alicia Djohar
M. Panji Anom
Djoni
Sinematografer Kasiyo H.
Penyunting Muryadi
Tanggal rilis 31 Desember 1981
Durasi 101 menit
Negara Indonesia
Posting Terkait:

